Monday, August 17, 2009

Sajak Jejak Hati Yang Mencinta

Kalau ada satu masa yang paling indah
Salah satunya mungkin adalah masa mengenang
Mengenang bagaimana kita mengawali setiap hari
Dan juga mengenang bagaimana kita menantang matahari

Setiap lembar halaman hidup punya dua sisi yang menarik
Dan saat mengenang pun, dua sisi itu terkadang masih ada
Kita mungkin bisa terpingkal melihat kebodohan kita di saat lampau
Bahkan sering kali juga tetes air mata tak terbendung melihat upah kerja kita

Yang namanya manusia, tetap saja manusia
Banyak yang dikerjakan tapi hasilnya tak bisa ditebak
Sudah bekerja semulia malaikat
Tapi ada saja yang menghasilkan tombak iblis

Manusia makan untuk hidup
Makan itu tak sekedar nasi atau lauk
Tapi juga cinta kasih
Aku harap masih ada yang mengerti arti cinta kasih di jaman teror bom saat ini

Cinta kasih itu memang susah difahami
Sesuatu yang tidak nyata karena bukan benda
Dan ada banyak macamnya karena bukan barang serba guna
Cinta kasih itu sesuatu yang khusus untuk orang yang khusus

Aku bersyukur dari beberapa macam cinta kasih itu, ada yang secara otomatis aku dapatkan
Orang tua yang menyayangiku secara tulus,
Kasih persaudaraan yang mesra,
Dan kasih persahabatan dengan beberapa sahabat yang luar biasa

Di usia belia, aku mulai mengenal rasa tertarik pada perempuan
Karena masih hijau, aku ikuti saja standar cantik menurut acara tivi
Bukan untuk merendahkan guru, aku mengikuti apa yang diajarkan tivi
Tapi karena tivi mengajarkan apa yang tidak diajarkan guru

Guru pandai memberikan arahan tentang memilih perempuan
Tapi tidak pernah memberi contoh bagaimana menilai hati
Haha, mungkin karena guru tidak boleh memberi contoh yang buruk
Tapi itulah tivi, semua cara dihalalkan untuk mendidik

Dari tivi aku mencoba mengenal cinta
Karena rasa tertarik kepada perempuan sudah melekat seiring dengan jam biologis tubuhku
Beberapa perempuan yang aku suka berhasil aku kenal lebih dekat
Jadi aku simpulkan saja kalo rasa cinta itu adalah perhatian secara lebih untuk seseorang

Berbekal definisi itu, aku terus memperlakukan teman dekatku dengan ?cinta?
Dengan ?cinta?, yang perlahan aku sadari bahwa itu sebetulnya bukan
Karena dengan definisi itu aku akan bisa men?cintai? lebih dari satu orang
Itu seperti rasa kekeluargaan?

Ya. Aku menganggap teman-teman dekatku adalah keluargaku
Memang ada rasa tertarik
Tapi itu secara ?tivi? saja
Itu bukan cinta, tapi itu kasih
Aku sekarang sudah tau apa artinya cinta

Cinta itu pujaan para dewa
Pujangga manapun belum ada yang mengingkari keagungan cinta
Banyak puisi, syair, dan sajak yang meriuhkan cinta
Lagu beraliran hentak ataupun yang cengeng pun pasti ada yang bertemakan cinta

Aku menemukan cinta di usia lebih dari seperempat abad
Cinta itu ternyata tidak seperti yang di tivi
Juga tidak pernah diulas oleh guru
Cinta itu hanya Tuhan yang mampu mengajarkannya

Aku mencintai dia bukan karena dia cantik
Wajahnya bisa membuat aku tenang
Dia tidak perlu membuka bibirnya untuk bertutur
Dia hanya cukup tertidur di atas pangkuanku, sehingga aku bisa melihat wajahnya

Aku mencintai dia bukan karena dia pandai
Aku pernah berteman dekat dengan juara kelas, tapi komunikasi kami tidak lancar
Terkadang aku tak perlu berbicara kepadanya untuk mengungkapkan perasaanku padanya
Cukup hati kami yang berpaut dan semuanya menjadi jelas

Aku mencintai dia bukan karena dia mapan
Aku adalah lelaki
Buat apa aku mencari perempuan yang mapan?
Bisa jadi aku akan diinjak karena kemapanannya

Aku menyerah!
Banyak sebab yang aku cari untuk mengetahui kenapa aku mencintainya
Mulai dari sisi positifnya sampai sisi negatifnya tapi ? nihil
Apa mungkin karena cinta itu bukan termasuk dalam hukum sebab akibat?

Yang aku tau, cinta itu adalah ketika hati berpaut
Ketika mata tak melihat
Dan ketika telinga tak mendengar
Tetapi ada sesuatu yang menunjukkan arah

Cinta itu sesuatu yang bisa membuat aku tertawa
Tetapi bisa juga membuat aku menangis
Dia bisa membuat aku terjaga semalaman karena gelisah
Dan merubah hidupku yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa

Dia menyemangatiku
Memberi cara pandang yang baru
Menyingkap semua kelemahan untuk diperbaiki
Dan membuat aku menjadi lelaki sejati

Setelah aku menemukan cinta
Ada masa dimana aku harus memilih
Karena cinta kami mungkin tak cukup kuat
Atau memang cinta kami masih di kasta yang rendah

Kasta dalam cinta mungkin tidak dikenal
Karena cinta membuat buta
Kalau buta apa bisa melihat kasta?
Bukan kasta, mungkin itu adalah prioritas

Dalam prioritas yang tinggi atau rendah
Percintaan kami termasuk cinta yang tersembunyi
Tidak semua orang tahu kalau kami saling mencinta
Mungkin cinta kami memang prioritas juru kunci dalam kamus kehidupan

Dalam setiap doaku, ku angkat namanya
Ku coba kumandangkan namanya sebagai pendampingku kepada Langit
Setiap mantra yang terucap adalah sebuah permintaan
Tidak banyak, cukup hidup bahagia bersamanya

Lantang ku sebut namanya
Lantang ku pinta padaNya
Tapi apakah aku telah memaksa Sang Hyang
Apakah Sang Hyang melihat perjodohan kami tidak baik?

Bolehkah aku mengintip buku kehidupanMu, Sang Hyang?
Hidup tanpa cintanya membuat jantungku serasa tak berdenyut
Hidung keluar nafas, mata terbuka, tetapi kaki dan tangan menjadi dingin
Hampa rasanya, karena bernafas adalah sebuah kewajiban

Ingin ku mengintip buku kehidupanMu,
Karena ku ingin tahu sampai kapan semua ini akan berjalan
Semua kan berakhir seperti ini?
Ataukah suatu saat nanti Sang Hyang akan berbaik hati padaku?

Biarlah aku menjalani semua ini sesuai kehendakMu
Sampai waktu yang cuma Langit yang tahu
Sampai akal sudah mulai jernih
Bahkan sampai saatku diijinkan menutup mata



Medio Agustus 17th 2009
Ditulis oleh Johandana

No comments:

Post a Comment